Berdoalah Dikala Hujan


Saat hujan membasahi bumi, berdoalah. Karena ada suatu waktu disaat hujan, doa kita mustajab.

Saat kehujanan dijalan, bersyukurlah karena hujan itu anugrah. Tidakkah kita ingat disaat kita di landa kekeringan kita memohon agar hujan turun? Terus kenapa disaat hujan sudah turun kita membencinya.

Kehujanan di jalan itu sebuah takdir. Yaa takdir yang telah ditentukan oleh Allah. Saya sempat teringat dengan firman Allah,"tidak akan berubah nasip suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya." Saya jadi tahu yang mana namanya takdir. Disaat kita sudah berusaha supaya tidak kehujanan dan ternyata ditengah jalan kita kena hujan, itulah yang namanya takdir. Dan kita bisa merubahnya dengan cara seperti apa? Lihat ke langit, sebelum hujan turun akan ada suatu tanda misal: langit gelap, angin bertiup kencang, dll. Jika sudah demikian, janganlah memaksakan diri untuk menerobosnya jika tidak ingin kehujanan dijalan. Itulah yang saya tangkap sebagai salah satu makna dari firman Allah tersebut.

Allah itu keren ya, bisa mengatur waktu yang tepat. Pernah waktu itu, ketika saya sedang di jalan pulang dari kerja mengendarai sepeda motor lusuh berwarna biru kesayanganku, suasana langit memang sudah mendung dan awan hitam sudah semakin berani menampakkan wujudnya. Saya terus saja melaju dengan sepeda motor kesayanganku, ketika ditengah-tengah perjalanan angin bertiup begitu kencang dan dalam hitungan detik curah hujan yang begitu lebat turun mengguyur bumi ini. Apa yang terjadi dengan saya? Dengan serta merta saya langsung menepikan motor untuk mencari tempat berlindung agar tidak kehujanan. Walaupun waktu itu ada jas hujan di bawah jok motor. Dan disini rencana Allah itu keren, Allah menuntunku untuk berenti di sebuah tempat sebut saja FB. Tempat ini merupakan tempat untuk membeli pempek makanan khas kota Palembang.

Akhir cerita, kalian pasti sudah bisa menebak apa yang akan saya lakukan. Yes, thats right, saya mampir dan masuk ke toko tersebut bukan hanya untuk berlindung supaya tidak basah karena hujan tapi saya bisa sekalian membeli pempek makanan khas kota Palembang dengan santai. Ditemani laptop yang terkoneksi ke internet, pempek yang hangat dan pedas serta makanan hangat lainnya.

Apakah ini sebuah kebetulan?
percayalah kawan, tidak ada suatu yang kebetulan didunia ini, melainkan Allah sudah merencanakan dalam setiap kejadian.


Wallahualam.


Bermain laptop ditemani pempek Kapal Selam
Menanti hujan yang tidak kunjung reda

Author:

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda dengan menggunakan opsi Name/URL. Mohon jangan komentar SPAM..! Karena komentar dengan menyertakan LINK / ANCHOR TEXT atau promosi produk tertentu akan saya hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya
Terimakasih...!!!