Training NOR (Nilai Olahraga) Volunteer Asian Games 2018


Sesuai janji pada tulisan sebelumnya KLIK DISINI jika aku lolos tahap selanjutnya maka tulisannya akan aku lanjutkan dan pengalaman yang bisa aku bagikan juga bisa berlanjut. Oke kabar baiknya kemarin hari Sabtu, 19 Mei 2018 aku mendapatkan sebuah email yang memberitahukan bahwa aku lanjut ke tahap Training Nilai Olahraga (NOR) hari Rabu, 22 Mei 2018 di Lembaga Bahasa LIA Palembang. Sempat terfikir, apakah ini masih dalam rangkaian tes atau sudah selesai. Kemudian aku coba-coba mencari informasi di mbah google dan tidak menemukan satu artikelpun yang membahas informasi mengenai training ini. Kemudian aku coba cari di youtube ternyata ada beberapa informasi. Darisana aku mendapatkan informasi bahwa ini adalah murni sebuah training bukan tes lagi.

Aku coba buka email berulang-ulang mencari informasi mengenai pakaian yang harus dikenakan seperti hitam putih atau syarat lainnya seperti pengumuman untuk mengikuti psikotes kemarin, tapi tidak aku jumpai informasi disana. Akhirnya aku simpulkan untuk pakai yang  digunakan yang penting sopan dan rapi. Ternyata betul, sesampainya disana para peserta training juga menggunakan pakaian bebas tapi sopan dan rapi.

Apa yang aku dan teman-teman volunteer asian games dapatkan pada saat training?
Pertama, sebuah informasi yang sangat-sangat penting, yaitu bahwa kami yang ikut training ini sudah dinyatakan lolos dari tahap psikotes, dan selanjutnya tinggal mengikuti rangkaian acara beberapa training ke depannya.
Kedua, kami mendapatkan ilmu baru seputar dunia olahraga dari pemateri Monica Rusdianto, S.Sos., M.SM, seorang lulusan ilmu komunikasi (2009) dari Universitas Kristen Petra Surabaya dan Master of Sport Management dari Seoul National University (2016) dan sekarang bekerja sebagai dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya (2018-skr). Materi yang disampaikan menarik dan sebelumnya sama sekali tidak tahu sekarang menjadi tahu WOW itu benar adanya. Misal: Mengenai sejarah dan filosofi  olahraga, ternyata aktivitas olahraga (Olimpiade Kuno) sudah ada sejak 776 SM - 393 M jaman Yunani. Sebagai kesiapan fisik untuk menghadapi peperangan juga merupakan bagian dari ritual keagamaan bangsa Yunani (Greece) dan koloninya pada pemujaan Zeus dewa penguasa Gunung Olympia/Olympus. Kata Olimpiade itu sendiri diambil dari nama Gunung. Olahraga yang diperlombakan saat itu adalah: Pancration (gabungan tinju dan gulat), lari (192M, 384M, dan 1344M), lari membawa senjata, balap kereta kuda & balap kuda, penthatlon (lompat jauh, lempar lembing, lari 192M, lempar cakram dan lempar martil). Banyak juga materi lain mengenai seperti apa fakta olimpic jaman yunani dulu, perkembangan olimpiade di era modern (1896- saat ini), tentang IOC (International Olympic Committee) dan gerakan olimpiade, presiden IOC 1894 s/d sekarang, IOC member, fakta mengenai modern olympic, NOC (National Olympic Committee) Komite Olimpiade Nasional, 3 nilai utama olimpiade (Respect, Excellence, Friendship). Semua materi ini terangkum dalam satu guide book yang diberikan kepada para peserta training seusai pelajaran berlansung.
Ketiga, Marchandise dari pihak penyelenggara kepada para peserta training NOR. Seperti apa barangnya? Lihat gabar ini:
Yaaaaa, itulah sedikit pengalaman dan ilmu yang bisa aku bagikan pada kesempatan kali ini. Mohon doanya semoga lancar sampai hari H Asian Games 2018 berlangsung, dan mendapatkan banyak pengalaman yang bisa aku bagikan ke teman-teman. Thanks ya, yang sudah baca tulisan ini sampai selesai :)

#UntukIndonesia
#AsianGames2018
#AsianGamesKita
#IndonesiaMelayani
#VolunteerKeren
#LoePostingLoeKeren
#EkspresikanEnergimu
#EnergiKami
#EnergiDalamKata



Seleksi Relawan Asian Games 2018

Pengumuman Untuk Tes (Dok: Panitia)
Berawal dari sebuah email masuk yang berisi informasi bahwa aku lulus seleksi administrasi dan di persilahkan untuk mengikuti Psycho test (FGD & Interview) di Universitas Katolik Musi Charitas - Palembang, Senin 14 Mei 2018 pukul 12.00 di gedung Joseph lantai 3. Dengan menggunakan jasa ojek online saya menuju lokasi ujian. Mengapa ojek online? Karena panitia tidak memperkenankan peserta membawa kendaraan pribadi, dihawatirkan tempat parkir yang tidak memadai untuk 3000 peserta.


Antri Registrasi Ulang (Dok: Pribadi)

Aku sampai dilokasi kurang lebih sekitar pukul 11.45 kemudian langsung menuju meja registrasi untuk melakukan registrasi ulang. Pada saat registrasi hal-hal yang perlu di persiapkan adalah KTP ASLI dan no AD (kita dapat melalui sms dari panitia). Selanjutnya tinggal menunggu untuk masuk ke ruangan yang telah di sediakan.

Sekitar pukul 12.30 soal psikotes dibagikan dengan soal dari lembaga Magna Penta Universitas Indonesia. Soal dibagi menjadi dua kategori, yaitu CFIT (Culture Fair Intelligence Test) dan EPPS (Edward Personal Preference Schedule). Jumlah soal CFIT 50 dibagi menjadi 4 (empat) sub tes dimana sub tes 1 ada 13 soal, sub tes 2 ada 14 soal, sub tes 3 ada 13 soal dan sub tes 4 ada 10 soal. Sedangkan jumlah soal EPPS 225.
Lembar Jawaban Tes (Dok: Pribadi)
Peserta yang mengikuti tes sesi tersebut kurang lebih sekitar 150 orang. Selesai mengerjakan soal psikotes kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti tes selanjutnya, setiap kelompok terdiri dari 7 orang. Istirahat sekitar 15 menit, kemudian kelompok 1 - 5 dapat giliran yang pertama untuk tes selanjutnya yaitu interview. Sisanya menunggu di luar ruangan.
Suasana Sebelum Tes (Dok: Pribadi)
Ketika memasuki ruangan, kami dipersilahkan duduk menbentuk lingkaran di tempat yang sudah di sediakan panitia. Kemudian ada instruksi untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu, di utamakan menggunakan bahasa asing (jika mampu). Selesai semuanya memperkenalkan diri, kami disuruh membaca teks pada kertas yang telah di sediakan di atas meja berisi sebuah kasus isinya kurang lebih seperti ini:
Arini adalah seorang relawan Asian Games 2018. Tugasnya adalah mengantar para tamu undangan VVIP ke tempat yang telah di sediakan. Saat acara akan di mulai, datang tamu undangan yaitu Kepala Partai beserta istri dan anaknya. Kemudian Arini mempersilahkan mereka duduk di tempat yang telah di sediakan. Tapi masalahnya, undangan hanya untuk dua orang saja sedangkan Kepala Partai tersebut membawa anak dan anak mereka menduduki kursi untuk Duta Besar Korea Utara. Selang beberapa menit kemudian, Duta Besar Korea Utara beserta istri datang untuk menuju tempat VVIP. Sebagai relawan sekaligus petugas yang mengatur tempat duduk para tamu undangan, Arini bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang telah diberikan kepadanya termasuk permasalahan yang kemungkinan terjadi di lapangan.Soal Pertama, jika kalian diposisi sebagai Arini, apa yang akan kalian lakukan? Silahkan susun urutan dari beberapa pilihan di bawah ini (ada beberapa pilihan). Soal Ke-dua, apa yang harus di ucapkan Arini kepada Duta Besar beserta istri.

Untuk menjawab dua soal tersebut, telah di sediakan kertas oleh panitia. Waktu untuk menjawab hanya 5 menit. Instruksi selanjutnya yaitu kita ber-tujuh diskusi mencari kesepakatan bersama apa yang harus dilakukan dan apa yang harus di ucapkan. Tidak boleh mem-voting keputusan melainkan sesuai kesepakatan hasil musyawarah bersama. Waktu yang diberikan hanya 15 menit.

Selesai tes pukul 3.30, jadi waktu yang di butuhkan untuk tes ini kurang lebih 3 jam. Selanjutnya tinggal menunggu pengumumam apakah aku lulus atau tidak. Jika lulus maka akan mengikuti acara selanjutnya yaitu Training 1(Sport Values & Asian Games Overview) dan Training 2(General Training).

Doakan ya semoga aku lulus sampai tahap akhir, karena jika lulus maka tulisan ini akan berlanjut. Jika tidak lulus artinya belum rejeki dan pengalaman yang bisa saya bagikan hanya sebatas ini :)

*NB
Berikut saya lampirkan file:

- Pengumuman LOLOS Seleksi Administrasi
- Hak dan Kewajiban Volunteer Asian Games 2018
File Pengumuman LOLOS (Dok: Panitia)
File Hak dan Kewajiban Volunteer (Dok: Panitia)

Kisah Sedih Dosen Magang 2018

Halaman Pendaftaran Dosen Magang
Mungkin bagi mereka yang smart and lucky, untuk ikutan program seperti ini tidaklah sulit supaya bisa lulus. Tapi ini tidak berlaku buatku, pertama kali ikutan mengajukan diri untuk program ini tahun 2016, berkat dorongan seorang dosen senior yang pernah lulus dan ikut program ini aku memberanikan diri untuk ikutan mendaftar ditahun berikutnya. Ada dua orang yang dikirim, aku dan ada satu lagi dosen. Alhamdulillah kedua-duanya tidak ada yang lulus. Dengar kabar katanya untuk tahun itu belum menerima untuk kategori dosen ilmu komputer. Oke hal ini bisa aku terima dan masuk akal.

Lanjut ditahun berikutnya 2017 aku satu-satunya utusan dari kampus dan yang mengajukan diri untuk ikut program ini kembali. Alhamdulillah aku menjadi calon peserta cadangan. Yaaah meskipun sebagai cadangan aku sudah cukup senang karena ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Sambil berdoa semoga ada yanng mengundurkan diri dan saya bisa ikutan ditahun ini. Eh ternyata sampai program mulai berjalan saya tidak kunjung dipanggil artinya saya gagal untuk kedua kalinya.

Masih dengan semangat yang tinggi, tahun ini 2018 aku bertekat ingin mencoba kembali keberuntunganku. Siapa tahu bisa lolos dan ikutan. Semua berkas sudah aku persiapkan, dari surat pernyataan diri, surat rekomendasi dari kepala jurusan (atasanku), surat keterangan sehat, essay motivasi, dan terakhir mengajukan minta tanda tangan surat pernyataan dari rektor yang berisi pernyataan bahwa aku benar dosen dari Universitas yang dia pimpin dan akan tetap memberikan hak saya (gaji) jika saya terpilih untuk ikut program ini. Disaat aku mengajukan berkas tersebut kebagian administrasi, mereka menerima dengan senyuman :) selang beberapa hari aku tanya perihal berkas, "maaf mba, gimana surat pernyataan pak retor kemarin, udah di tanda tangan belum mba?", diapun menjawab,"mmm maaf Taqrim sepertinya kamu ga bisa ikutan program itu, karena kata wakil rektor 2 cukup satu saja yang mendaftar", "tapi mba kok bisa gitu? mohon maaf sebelumnya mba bukan bermaksud lancang cuma mau memberitahukan saja bahwa program ini tahapan awalnya seleksi berkas terlebih dahulu dan belum tentu lulus, meskipun ada yang lulus kecil kemungkinan dalam satu universitas dua-duanya lulus," saya berkata demikian dengan mata berbinar, "ya pokoknya ga bisa, itu si X udah duluan daftar","tapi mba...", si mba itu berlalu meninggalkanku.

Allahuakbar...
Sejenak ku terdiam, dan mentelaah apa yang barusan terjadi dan yang diucapkannya.

Dalam benakku mulai muncul opini yang beragam, asumsi-asumsi yang kemungkinan penyebabnya, dan perasangka dari yang baik sampai yang buruk tak luput dari fikiranku kala itu. "salahku apa ya Allah, kok mereka bisa sejahat itu padaku?".

Sholat, aku musti sholat. Itulah jalan keluarnya dari setiap masalah. Lantas aku segera sholat menenangkan diri minta petunjuk sama Allah dan curhat kepadaNya ku tumpahkan semua rasa yang ada. Akhirnya fikiran kembali jernih dan hati mulai terasa tenang. Aku teringat firman Allah:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."(QS. Al-Baqarah : Ayat 216)
Mudah-mudahan penundaan ini menjadi jalan bagiku untuk mendapatkan rejeki Allah yang lainnya, dan menjadi pintu pembuka kepada pintu rejeki yang lebih banyak lagi. Setiap masalah yang ada pasti ada jalan keluarnya. Jangan patah semangat, tetap fokus ke depan. Masa lalu bukan untuk dilupakan tapi jadikan sebagai pelajaran dan masa depan harus dibangun serta dipertahankan. MANJADDA WAJADA.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” ( QS. Ar-Ra’d: Ayat 11).

Serdos - Sertifikasi Dosen Sesi Satu Tahun 2018

serdos.ristekdikti.go.id

Apa itu Serdos?
Serdos (Sertifikasi Dosen) adalah sertifikat pendidik kepada dosen yang merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan seorang dosen dan mendorong agar dosen meningkatkan profesionalisme nya terhadap profesi tersebut. Bagi seorang dosen yang sudah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) punya kewajiban untuk ikut sertifikasi jika syarat sudah terpenuhi, diantaranya NIDN, dan jabatan akademik minimal Asisten Ahli.


Pada saat saya menulis teks ini, Rabu 04 April 2018 status Serdos saya "Menunggu Diproses PTPS" artinya baru selesai validasi tinggal perbanyak berdoa dan menunggu hasil. Selama proses pengerjaan serdos, hal yang membuat saya cukup sulit yaitu pada saat menulis Deskripsi Diri (DD). Berdasarkan informasi yang saya dapat, tingkat kegagalan cukup tinggi terdapat pada salahnya penulisan DD. Ada 24 poin yang harus dijawab secara jujur tanpa ada rekayasa.

Kunci dari mereka yang sudah lulus terlebih dahulu:
1. Jangan mengada-ada, tulis saja sesuai yang telah kita lakukan. Karena tidak ada manusia yang sempurna.
2. Tulis secara rinci, ulas sedetil mungkin, jangan menyia-nyiakan tempat yang telah disediakan.
3. Jangan ada dari 24 poin tersebut kurang dari 150 kata, upayakan di atas itu
4. Pada DD yang perlu kita tulis yaitu tentang diri kita, layaknya melamar pekerjaan, bagaimana caranya supaya orang bisa menerima kita bekerja pada mereka yaitu dengan cara memberitahukan semua kemampuan yang kita punya.
5. Perbanyak berdo'a

Tulisan ini sempat menjadi draf dalam blogku, hanya karena diriku sedang malas menulis dan menunggu pengumuman kelulusan serdos. Alhamdulillah berkat usaha dan doa, pada hari Sabtu 5 Mei 2018 saya dinyatakan lulus Sertifikasi Dosen.
Deskripsi Diri ku setelah selesai saya tulis tidak serta merta saya unggah ke laman serdos. Saya meminta bantuan kepada tiga orang dosen senior yang telah lulus serdos sebelumnya untuk memeriksa tulisan saya apakah sudah cukup atau ada yang perlu diperbaiki. Hasilnya coretan penuh dan revisipun dilakukan hingga tiga kali mengulang. Tapi usaha tidak akan menghianati hasil kok, percaya saja itu.

Mungkin tulisan DD ku belum sepenuhnya bagus, atau mungkin ada faktor keberuntungan disana. Hanya Allah yang Maha Tahu. Bagi teman-teman yang ingin melihat DD ku guna sebagai bahan referensi, berikut saya lampirkan alamat tempat men-downloadnya. DOWNLOAD DISINI.

Teach Like Finland (Mengajar Seperti Finlandia)


Buku: Teach Like Finland (Mengajar Seperti Finlandia)
Penulis: Timothy D. Walker
Cetakan II: Agustus 2017
Penerbit: PT Gramedia
ISBN: 987-602-452-044-1
Halaman: 197

Dalam benak ku pertama kali ketika membaca judul buku ini yaitu negara yang konsep pendidikannya sangat baik bahkan aku pernah membaca jika di negara ini para siswa di sekolah tidak memiliki pekerjaan rumah tapi uniknya mereka mengerti semua pelajaran di sekolah. Benarkah demikian?

Sebelum dimulai penjabaran atau kesimpulan yang aku dapatkan dari buku ini, perlu di pahami bahwa objek pada pembahasan yaitu anak Sekolah Dasar di Finlandia, dan data berdasarkan pengamatan satu orang bukan dari berbagai sumber. Boleh saja diterapkan pada tempat Anda mengajar (SD, SMP, SMA, Kuliah) tinggal disesuaikan saja dengan situasi dan kondisi yang ada, apakah memungkinkan untuk diterapkan.

Fakta pertama yang aku temukan dalam buku ini "Jadwal Istirahat Otak", dimana banyak sekolah dasar memberikan anak didik mereka istirahat lima belas menit setelah empat pulih lima menit pelajaran. Berdasarkan pengalaman penulis dalam satu tahun ajaran, siswa Finlandia-nya tidak pernah tidak masuk kelas dengan melompat-lompat kecil setelah istirahat 15 menit. Dan yang paling penting, mereka lebih fokus selama pelajaran.

Fakta yang ke-dua "Belajar Sambil Bergerak", bagaimana caranya ketika belajar siswa banyak bergerak tidak hanya duduk diam mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Salahsatu contoh yang diterapkan penulis ketika mengajar di Finlandia yaitu galeri berjalan. Seperti ini pelaksanaannya: para siswa menempelkan presentasi mereka di dinding kelas atau lorong seakan-akan sedang memamerkan karya mereka di sebuah galeri seni. Setiap karya diberi nomor, dan anak-anak berkeliling dari karya satu ke karya lainnya secara sistematis, mereka diberi waktu 1-2 menit untuk mempelajari dengan cermat setiap karya yang ada di hadapan mereka. Untuk membuat pengalaman ini lebih bermakna, para siswa saling memberikan masukan tertulis selagi menikmati karya dalam pameran. Sebelum mereka memulai galeri berjalan ini, penulis membagikan sticky notes dalam 2 warna yang berbeda: 1 warna digunakan siswa untuk menulis pertanyaan tentang karya penyaji untuk menjadi bahan pertimbangan, dan kertas lainnya untuk menuliskan observasi positif.

Ada juga beberapa teknik yang dilakukan penulis dalam konteks yang sama, seperti:  menari di dalam kelas selama membacakan nyanyian sebuah lagu, latihan fisik ala militer secara mendadak? Dua puluh jumping jack atau 20 detik lari di tempat, memberikan siswa kesempatan rutin untuk melakukan permainan yang menyenangkan, meminta siswa membaca buku sambil berdiri, atau menyediakan alat tulis bagi anak-anak untuk menyelesaikan tugas sambil berdiri di sekitar kelas.

Fakta yang ke-tiga, tidak benar adanya jika sekolahan di negara Finlandia tidak memberikan pekerjaan rumah kepada siswa. Tapi yang benar adalah para pendidik Finlandia sering menugaskan  pekerjaan rumah yang (relatif) sedikit, yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu beberapa hari. Lebih lanjut, tugas-tugas tersebut biasanya mudah, dalam arti para siswa dapat menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa bantuan dari orang dewasa (untuk lingkup sekolah dasar).

Fakta ke-empat "menyederhanakan ruang", jadi bagaimana guru menjaga ruang pembelajaran tetap sederhana. Dengan memajang lebih sedikit barang, tidak diragukan lagi, memberikan penegasan yang lebih besar pada beberapa barang yang ditampilkan di dinding. Itu adalah hal yang sangat baik dan juga memudahkan para siswa untuk tetap fokus.

Fakta yang ke-lima "Menghirup Udara Segar", di sekolah Komprehensif Kalevala, sebagian guru dan siswa menjaga udara secacra "alami" dengan membuka jendela kelas. Karena ketika udara pada suatu ruangan terasa segar, maka fikiran akan lebih jernih.

Fakta yang ke-enam "Masuk ke Alam Liar", salah satu bagian yang paling disukai di sekolah dasar Finlandia -setidaknya untuk mayoritas anak- adalah sesuatu yang disebut "Kemah Sekolah", di mana murid kelas 5 dan 6 Finlandia, biasanya menghabiskan beberapa hari dengan guru mereka di alam. "Penelitian menegaskan bahwa alam dapat sangat membantu anak belajar membangun kepercayaan diri mereka, mengurangi gejala gangguan hiperaktif akibat kurangnya perhatian, menenangkan anak, serta membantu mereka untuk fokus."

Jika Anda tertarik untuk memasukkan kegembiraan dalam pengajaran Anda, penulis memberikan 6 strategi untuk menguatkan rasa dimiliki di dalam kelas: mengenal setiap anak, bermain dengan mereka, merayakan keberhasilan mereka, mengejar impian kelas, menghapus perisakan (bullying) dan berkawan.

Menurut penulis juga, jika Anda tertarik dengan ide makan bersama murid-murid Anda, disarankan agar Anda memulainya secara perlahan-lahan. Selain itu, sesuatu yang dapat dilakukan di luar sekolah yang sangat berdampak positif pada hubungan kita dengan anak-anak di kelas yaitu kunjungan rumah. Cukup mebawa pena dan buku catatan, bertemu dengan walinya dan pertanyaan yang muncul bisa mulai dari "Apa hobi anak Anda" hingga "Apa yang menjadi harapan anak Anda di tahun pelajaran ini?".

Kunjungan yang dilakukan terdiri dari 2 bagian. Pertama, menghabiskan waktu bersama murid, mengobrol, dan jika mereka mau, kita berkeliling rumah mereka sambil mendengarkan hal apa saja yang sangat berarti bagi mereka. Kemudian, bertemu dengan orangtua atau wali mereka, dan mendegarkan pemahaman mereka tentang anak-anak mereka, demikian juga harapan mereka di tahun ajaran berikutnya.

Menurut penulis, merupakan sebuah kesalahan jika menetapkan sebuah mimpi kelas, tanpa berkonsultasi dengan murid-muridnya. Begitu Anda telah memutuskan sebuah mimpi yang realistis dengan siswa-siswi Anda, penting untuk memulai mendiskusikan peran-peran yang dibutuhkan.

Pernah juga para guru melakukan eksperimen dengan menawarkan sebuah program "Minggu Belajar Mandiri", yaitu pada awal minggu, mereka akan memberikan anak-anak sebuah daftar tugas yang harus mereka kerjakan hampir disetiap mata pelajaran. Pada minggu itu mereka tidak akan mendapatkan pelajaran selayaknya hari biasa. Sebagai gantinya, mereka akan memiliki jam pelajaran terbuka di mana mereka bisa menyelesaikan tugas ini sesuai kecepatan mereka masing-masing. Para guru percaya bahwa mereka akan mendatangi guru ketika memerlukan bantuan.

Satu cara sederhana untuk menghubungkan minat siswa dengan kurikulum, adalah memberikan tugas yang lebih terbuka. Contohnya, daripada menugasi setiap anak untuk membuat laporan dari buku yang sama, mereka diperbolehkan untuk membuat laporan dari buku yang mereka minati dan menyajikan pelajaran mereka melalui sebuah poster, slideshow, atau website.

Ada hal yang cukup menarik dari buku ini yaitu "membuat rencana pembelajaran bersama siswa", dimana siswa dilibatkan dalam memutuskan komponen dasar pembelajaran. Siswa akan diajak merancang outline slideshow secara singkat (berdasarkan pertanyaan mereka). Satu strategi instruksional populer yang disebut bagan TMT, dikembangkan oleh Donna Ogle di 1980-an. Berikut contoh bagaimana tampilan bagan TMT:

  • Hal-hal yang saya tahu
  • hal-hal yang mau saya ketahui
  • hal-ha yang saya telah pelajari
Dengan bertanya langsung kepada siswa, kita bisa mengetahi sejauh mana pengetahuan mereka, hal apa saja yang belum mereka ketahui dan hal apa saja yang ingin mereka ketahui. Terkadang siswa sudah lebih dulu tau mengenai materi yang akan kita sampaikan.

Pesan penulis "Jangan lupa bahagia", hal ini cocok untuk menggambarkan situasinya. Jika Anda sungguh percaya bahwa Anda merupakan guru yang lebih baik ketika Anda bekerja sama dalam suatu perpaduan dengan guru lain, saya pikir Anda akan secara alami menemukan cara yang mudah, sederhana untuk berkolaborasi. Tindakan sederhana duduk beberapa menit dengan rekan-rekan kerja akan membuat kita lebih menikmati pekerjaan kita dan tentunya hal ini bagus dalam hubungan kekeluargaan.


Fakta yang terakhir, berdasarkan pengamatan penulis yang tertuang pada buku ini, selama mengajar di Helsinki, penulis mencermati bahwa teman guru Finlandia-nya tampak cukup rutin mengundang guru lain ke kelas mereka. Berbagi ruang untuk mengatasi kebosanan dan mendapatkan ilmu baru dari orang yang berbeda. Hal ini cukup efektif karena akan memperkaya ilmu pengetahuan dari sisi pengajar dan juga siswa. Bahkan dengan mengundang para ahli datang ke kelas, kita dapat merancang pengalaman pembelajaran yang luar biasa dan tentu ini mengangkat beban dari pundak, karena kita tidak perlu menguasai semuanya. Dengan mengundang rekan guru (dan ahli lain, seperti orangtua) ke dalam kelas, maka Anda mengirimkan sebuah pesan kepada siswa Anda bahwa Anda sedang belajar dari orang lain. Be the best, do the best, but don't feel the best.


Bentuklah citramu sendiri dimata siswa-siswimu, karena apa yang kau lakukan sekarang, akan menentukan pandangan mereka kepadamu nanti.
- taqrim ibadi -