Buku - Mesir Suatu Waktu


Judul Buku: Mesir Suatu Waktu
Penulis: Dian Nafi dan Rabiah Adawiyah
Penerbit: PT Gramedia Sidiasarana Indonesia
Jumlah Halaman: 124 halaman
Tahun: 2013

Ngalur ngidul disore hari ketemu buku yang beginian lumayanlah buat baca-baca sekalian buat kipas-kipas kalau kepanasan. Aniway, buku ini saya beli seharga 10rb di Transmart OPI Mall - Palembang , meskipun harganya murah tapi informasinya tidak murahan ya gaes.

Buku "Mesir suatu Waktu" isinya hampir sama seperti buku "Catatan harian Dari Negeri Para Nabi" yang sudah pernah saya ulas di blog ini KLIK DISINI

Isinya juga tidak jauh beda masih masalah pengalaman mereka di Mesir. Tapi yang membedakannya, jika buku "Catatan Harian dari Negeri Para Nabi" lebih ke pengalaman penggugah hati baik itu pengalaman penulisnya sendiri atau pengalaman teman penulis atau pengalaman temannya teman penulis dan buku "Mesir suatu Waktu" ini lebih ke pengalaman pribadi penulis selama kuliah di Universitas Al-Azhar - Cairo, dia bercerita bagaimana dia mengunjungi tempat wisata seperti Alexandria , cerita bagaimana pengalaman dia ketika terjadi bentrok di negara Mesir karena suhu politik yang memanas begitu mencekamkan sehingga membuat mereka harus di evakuasi (dipulangkan) ke Indonesia bersama WNI yang ada disana, cerita pengalaman dia bagaimana mengisi hari-hari di mesir dan masih banyak lagi cerita dari si penulis.

Buku ini terdiri dari sembilan bab dan dari tiap-tiap bab membentuk satu cerita tersendiri sehingga bisa dibaca mulai dari bab mana saja. Menariknya dari buku ini, kita bisa menambah wawasan bagaimana cara bertahana hidup, cara bergaul dan cara bagaimana menyelesaikan suatu masalah dengan bantuan orang Indonesia disana tentunya dan buku ini sangat cocok bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di Mesir meskipun informasinya tidak banyak tapi cukup sebagai bayangan seperti apa kehidupan disana dan apa yang harus kita persiapkan sebelum kesana.

Satu hal yang membuat buku ini kurang mengesankan bagi saya karena banyaknya penggunaan "istilah" dalam tulisan atau "bahasa asing" yang tidak semua pembaca memahami. Saya orang yang suka membaca sepintas dengan cepat, sehingga ketika membaca istilah dan bertemu bahasa asing, itu akan membuat saya harus mencari arti dari istilah atau arti dari bahasa asing itu terlebih dahulu sebelum saya melanjutkan membaca.

Bukunya menarik untuk dibaca, dan kasat akan maka perjuangan belajar mandiri keluar dari zona nyaman yaitu jauh dari keluarga. Homesick itu pasti kita rasakan ketika pertama kali merantau jauh dari kedua orangtua apalagi ini jauh dari Negara. Banyak orang yang pulang kembali ke tanah air lantaran tidak tahan dilanda kerinduan dan meninggalkan studinya diluar negeri, tapi banyak pula yang bertahan dan setelah selesai studi diluar negeri baru mereka kembali ke tanah air. Hidup itu pilihan gaes, memilih untuk menjadi seorang pemenang atau menjadi seorang pecundang.

TIPS PERJALANAN ke MESIR
Negara di timur laut Afrika ini menjadi salah satu destinasi wisata populer. Di negara ini wisatawan akan diajak untuk melihat tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur bangunan yang mengagumkan.
Namun perbedaan cuaca, waktu, makanan dan transportasi menjadi permasalahan umum saat melakukan perjanalan ke luar negeri, tidak terkecuali Mesir. Berikut delapan hal penting yang disusun d'Traveler saat berlibur ke Mesir:

1. Perhatikan iklim
Iklim menjadi perhatian yang sangat penting. Anda pun harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat teliti. Mulai dari obat-obatan, pakaian, dan perbekalan lainnya.
Curah hujan hanya empat kali dalam setahun, jadi untuk kelembaban udara di negara ini nyaris tidak ada, alias kering. Iklim seperti ini membuat wisatawan khususnya dari Indonesia harus mempersiapkannya dengan lengkap.
Jangan lupa bawa pelembab supaya kulit Anda bisa menahan iklim kering di Mesir. Lip gloss juga harus masuk dalam bawaan Anda.

2. Datang di musim yang tepat
Memilih musim untuk liburan di Mesir juga sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar liburan Anda tidak terganggu dan nyaman di Mesir. Ada 4 musim yang berlaku di Mesir, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.
Musim panas di Mesir mencapai puncak pada bulan Juni sampai September. Suhu udara saat musim panas bisa mencapai 45 derajat celcius, itu hanya di dataran biasa. Beda dengan di gurun yang panasnya bisa mencapai 50 derajat celcius.
Lain lagi bila musim dingin, di Mesir biasanya akan mulai pada bulan Oktober dan berakhir bulan Februari. Suhu udara pada musim dingin berkisar antara 7-18 derajat celcius.
Bulan Maret-Mei bisa jadi merupakan waktu paling pas utnuk Anda berlibur ke Mesir. Ya, karena pada bulan-bulan tersebut Mesir sudah memasuki musim semi.
Sebenarnya, musim semi di Mesir hampir sama dengan suhu udara di Indonesia. Udara di sana terasa sejuk meski cenderung kering dan tidak lembab. Saat musim semi, suhu udara berkisar antara 20-30 derajat celcius.
jadi, bila Anda berencana traveling ke Mesir ada baiknya mengambil musim dingin atau musim semi. Karena saat musim panas, matahari sangat tidak bersahabat dengan kulit wisatawan Indonesia. Beda dengan turis Eropa yang lebih suka mengisi liburan saat musim panas.

3. Adaptasi dengan makanan
Anda termasuk traveler yang tidak cukup mudah menyesuaikan diri dengan makanan daerah tujuan wisata? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mempersiapkannya sebelum keberangkatan.
Makanan di Mesir identik dengan roti-roti dan bumbunya yang kurang familiar di lidah wisatawan Indonesia. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila Anda memberanikan diri mencoba makanan khas Mesir, seperti Tho'miyah dengan roti Isyh.
Kalau sudah sekali mencoba makanan ini, dijamin perut Anda akan kenyang seharian meski hanya menyantap tiga porsi. Untuk urusan harga, Tho'miyah dan roti Isyh hanya sekitar 3 pound atau sekitar Rp 4.700 saja. Dengan harga yang murah ini, Anda sudah bisa mendapatkan menu sehat dan penuh gizi.
Bisa juga Anda mencicipi nasi mandi, makanan khas Yaman dengan lauk ayam atau daging kambing. Karena rasanya mirip dengan nasi uduk, jadi cukup bisa beradaptasi dengan lidah Indonesia. Satu porsi nasi mandi menggunakan setengah potong ayam dengan harga sekitar 20 Pound atau Rp 32.000, kalau pakai daging agak sedikit mahal, sekitar 40 Pound atau Rp 63.000 per porsi.

4. Cari restoran Indonesia
Tetap tidak bisa beradaptasi dengan makanan Mesir? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mencari restoran Indonesia yang ada di Mesir. Anda bisa mencoba jalan-jalan ke Kota Kairo.
Di Mesir terutama Kairo, Anda bisa menemukan banyak warung-warung yang menjual makanan khas Indonesia. Mau soto Kudus, soto Betawi, masakan ala warung Padang, bakso, mie ayam, tempe, ayam penyet, dan kuliner Indonesai lainnya ada di ibukota Mesir ini.
Untuk mempermudah perjalanan Anda, warung-warung Indonesia berada di kawasan Hay Asyir (Distrik 10), Kairo. Di kawasan inilah biasanya warga negara Indonesia terutama mahasiswa Indonesia banyak bermukim.
Kalau mau yang lebih mudah lagi, Anda bisa mengonsumsi mie instan. Anda tidak perlu repot-repot membawa dari Indonesia. Di Mesir sudah ada Baqala atau supermarket yang menjual dari mi kuah dan mi goreng dengna harga 1,5 Pound atau Rp 2.400.

5. Memilih transportasi
Jangan khawatir soal transportasi, ada banyak moda transportasi terutama di Kairo. Di negara ini terdapat transportasi taksi, metro, dan bus.
Taksi di Mesir tidak terlalu mahal, walaupun terkadang ada supir taksi yang "nakal" memainkan argo. Angka kejahatan dengan taksi di Kairo cukup marak setelah revolusi awal tahun 2011 lalu. Jadi, wisatawan harus selektif memilih taksi agar terhindar dari kejahatan.
Metro merupakan moda transportasi paling populer bagi masyarakat Kairo. Mirip KRL di Jakarta dan harga tiketnya hanya 1 Pound atau Rp 1.600. Keteptan Metro cukup bisa diandalkan.
Namun, jangan bepergian sendiri tanpa pendamping atau tour guide jika menggunakan metro. Jangan samakan metro di Kairo dengan Subway di Singapura, Kuala Lumpur, Istanbul atau negara-negara maju lainnya yang sistemnya terintegrasi dengan baik, sehingga wisatawan yang baru berkunjung pun dijamin tidak akan tersesat.
Anda juga bisa memilih bus, angkutan umum yang paling membingungkan karena rutenya yang cukup rumit.

6. Sewa mobil dengan orang Indonesia
Sudah mencoba ketiga transportasi tersebut, ada satu lagi yang dijamin lebih aman dan nyaman, yaitu Rent Car atau penyewaan mobil.
Jika Anda menginap di kawasan Hay Asyir, tanyakan pada mahasiswa yang tinggal di sana tempat penyewaan mobil, sekaligus meminta mereka untuk menjadi guide perjalanan Anda. Untuk penyewaan mobil rata-rata dikenakan harga 300 Pound atau sekitar Rp 470.000 per hari.

7. Cari penginapan di lingkungan orang Indonesia
Bila ingin menginap, sebaiknya Anda memilih kawasan Hay Asyir. Di sini Anda bisa menginap di hotel atau wisma yang dikelola oleh mahasiswa Indonesia. Apalagi, bila mereka tahu Anda wisatawan dari Indonesia bisa mendapat sewa dengan harga yang relatif murah.

8. Perbedaan waktu
Perbedaan waktu antar negara juga akan menimbulkan masalah. Begitupun denga Mesir dan Indonesia yang memiliki selisih waktu 5 jam. Bila tidak punya banyak waktu lama mengelilingi Mesir maka usahakan Anda bisa istirahat dan tidur yang cukup di dalam pesawat, Sekitar 11 jam penerbangan akan mebantu peristirahatan Anda. Jangan sampai selama liburan di Mesir, jetleg menjadi masalah dan mengganggu jadwal libur Anda.

Author:

0 comments:

Silahkan tinggalkan komentar anda dengan menggunakan opsi Name/URL. Mohon jangan komentar SPAM..! Karena komentar dengan menyertakan LINK / ANCHOR TEXT atau promosi produk tertentu akan saya hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya
Terimakasih...!!!